Masalah Garuda Belum Tuntas hingga Batas Tukar Uang Lama

JAKARTA – Direktur Utama Garuda Indonesia Pahala Mansury kembali menyambangi kantor Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan. Kedatangannya kali ini masih membahas rencana mogok Serikat Karyawan PT Garuda Indonesia dan Asosiasi Pilot Garuda pada Juli 2018.

Sementara itu, Bank Indonesia (BI) telah mencabut dan menarik empat pecahan uang kertas tahun emisi 1998 dan 1999. Hal ini sesuai dengan Peraturan Bank Indonesia No.10/33/PBI/2008 tanggal 25 November 2008.

BERITA TERKAIT +

Di sisi lain, Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) akan melakukan pembatasan lalu lintas khusus angkutan barang. Hal ini bertujuan untuk mensukseskan event olahraga terbesar di Asia yakni Asian Games 2018 yang akan berlangsung di Jakarta dan Palembang.

Ketiga berita tersebut merupakan berita terpopule selama akhir pekan kemarin di kanal Okezone Finance. Berikut berita selengkapnya :

Bos Garuda Minta ‘Perlindungan’ Menko Luhut, Bereskan Mogok Kerja Pilot dan Karyawan

Usai bertemu Luhut, Pahala mengatakan, saat ini sedang dicari solusi untuk membereskan masalah, di mana Kemenko Maritim akan memfasilitasi masalah ini.

“Kita sekarang menjalankan proses ini berdiskusi dan difasilitasi oleh kantor Menko adalah untuk menghindari kejadian tersebut. Kita berharap kejadian tersebut tentunya tidak terjadi,” tuturnya, di Kemenko Maritim, Jakarta, Selasa (26/6/2018).

Menteri BUMN Rini Soemarmo Didesak Evaluasi Kinerja Direksi Garuda Indonesia

Pahala mengaku, pihaknya sudah menyiapkan antisipasi bila mogok kerja benar dilakukan. Hanya saja, dirinya lebih memilih tidak mengungkapkan apa strategi meredam hal tersebut.

“Tentunya kita melakukan antisipasi-antisipasi tapi kita berharap tentunya hal ini tidak terjadi melalui fasilitasi dan mediasi yang dilakikan oleh Kantor Menko bersama-sama Kementerian BUMN,” ujarnya.

Asal tahu saja, keputusan akan mogoknya serikat karyawan dan pilot Garuda Indonesia dilakukan lantaran ketidakpercayaannya karyawan dengan kepemimpinan Garuda saat ini. Ketua Harian Serikat Karyawan Garuda Tomy Tampatty pun khawatir ketidakpercayaan ini akan berdampak negatif terhadap kinerja perusahaan.

“Kami sangat menghormati langkah dari pemerintah di bawah Bapak Menko Kemaritiman yang membantu menyelesaikan permasalahan missmanagement di tubuh Garuda Indonesia,” tuturnya.

Untuk itu, serikat pilot dan pekerja akan menanti keputusan yang akan diambil di bawah pimpinan Luhut. Rencananya, keputusan pemerintah soal Garuda akan keluar pada Minggu pertama Juli 2018. Jika tidak puas, Tomy mengatakan, mogok akan dilakukan.

Sebelumnya

1 / 3