Karang di Bunaken Rusak akibat Kapal Kandas

Manado: Karang di Taman Nasional Bunaken, Manado, Sulawesi Utara, rusak akibat kapal kandas pada 6 Oktober 2018. Kerusakan itu terjadi di lahan seluas 198 meter persegi yang menjadi bagian dari Balai Taman Nasional Bunaken (BTNB).

Kepala Balai Taman Nasional Bunaken Farianna Prabandari mengatakan pihaknya telah mengambil langkah-langkah awal untuk menangani kejadian tersebut. Satu di antaranya memberikan surat pemberitahuan Nomor: S.480/BTNB/TU/TEK/2018 Tanggal 8 Oktober 2018, kepada pihak-pihak terkait.

“Sekaligus surat ini merupakan laporan kepada Gubernur Sulawesi Utara dan Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE), Kementerian LHK serta SKPD dan instansi terkait,” katanya, Senin, 15 Oktober 2018, di Manado.

Menurutnya, gerusan kapal berakibat kerusakan ekosistem terumbu karang pada tingkatan kelompok dan koloni dengan klasifikasi sedang dan besar. Tim tengah mengkaji tingkat kerusakan.

Kahian melibatkan beberapa ahli dari perguruan tinggi. Lalu, mereka berkonsultasi untuk memulihkan kerusakan.

Dirinya pun mengimbau kepada seluruh pengelola tur wisata di kawasan Taman Nasional Bunaken, agar mematuhi seluruh aturan di sekitar lokasi taman agar kejadian serupa tak terulang.

“Aturan-aturan itu seperti tidak menginjak karang, tidak membuang jangkar di terumbu karang, tidak membuang sampah sembarangan, melakukan kegiatan diving dengan baik, aktivitas snorkeling dan discovery scuba dive pada lokasi yang ditentukan serta tidak melakukan pelayaran pada rataan terumbu,” imbaunya.

Kapal Crystal 7 yang dioperasikan oleh PT Manado Maju Wisata membawa wisatawan di Pulau Bunaken mengalami kandas di Ron’s Point dive spot perairan Pulau Bunaken, pada 6 Oktober 2018 lalu.

Balai Taman Nasional BunakenĀ  pun telah mengecek ke lapangan serta pengumpulan data, lokasi kapal kandas. Akibat insiden itu, ratusan meter persegi terumbu terumbu karang jenis massive dan sub massive dilaporkan hancur.

(RRN)