Makam Loang Baloq di Lombok dan Kisah Unik Para Peziarahnya

Mataram – Tradisi ziarah Makam Loang Baloq di Lombok memang cukup unik. Ada berbagai kisah menarik dari para peziarah terkait dengan tradisi ini. Apa saja?

Di Makam Loang Baloq yang terletak di Kelurahan Tanjung Karang, Kecamatan Sekarbela, Mataram , Lombok, para peziarah kerap mengikat akar pohon beringin yang menggantung di sana sebagai pertanda ia sedang bernazar.

Ketika apa yang diniatkannya itu terkabulkan, pada kesempatan berikutnya para peziarah akan datang kembali dan membuka ikatan tali plastik yang telah diikat sebelumnya saat ia bernazar. Tradisi ini disebut sebagai Saur Sesangi.

“Kebiasaan mengikat akar beringin itu pernah kami larang, karena mengganggu kenyamanan, kelihatannya kurang bersih. Tapi ndak bisa, memang sudah menjadi kebiasaan peziarah dari dulu,” tutur Safri (50) juru kunci Makam Loang Baloq kepada detikTravel, beberapa waktu lalu.

Apabila nazar para peziarah dikabulkan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa, mereka akan datang kembali bersama keluarga dan tetangganya untuk menggelar zikir dan doa di areal makam.

(Harianto/detikTravel)(Harianto/detikTravel) Foto: undefined

Sehabis berdoa mereka biasanya makan bersama dari makanan yang dibawanya dan telah dipersiapkan dari rumah. Hal itu sebagai pertanda syukur atas doa dan permintaan yang telah dikabulkan.

Doa yang dipanjatkan para peziarah kepada Tuhan bermacam-macam. Tergantung apa yang diniatkan. Ada yang meminta kesembuhan penyakit, dipermudah dapat jodoh dan rezeki. Tapi ada juga yang meminta ilmu kesaktian, serta minta dipermudah meraih jabatan politik.

“Ada yang minta jabatan, dinaikkan pangkatnya. Ada yang bertapa, mintanya macam-macam. Kalau beruntung, ada yang dapat benda pusaka seperti keris,” ungkap Safri.

Menurut cerita Safri, banyak peziarah yang khusus datang saat malam tertentu. Mereka berdoa mengaharapkan sesuatu, sesuai permintaan yang diniatkannya. Tapi bagi yang niatnya kurang baik, lanjut Safri, banyak juga yang celaka.

Pernah suatu ketika ada yang datang bertapa sambil membakar dupa. Selang beberapa menit kemudian pertapa tersebut keluar dari dalam ruang makam Syeikh Gaus Abdurrazak sambil teriak seperti orang yang mengalami kesakitan.

(Harianto/detikTravel)(Harianto/detikTravel) Foto: undefined

Dari cerita para penjaga makam sebelum Safri bekerja di sana, para penjaga yang rajin menjaga kebersihan lingkungan areal makam seringkali diberikan rezeki tak terduga. Kadang rezeki itu dari para peziarah yang datang dari berbagai daerah.

Di catatan buku tamu yang berkunjung ke Makam Loang Baloq, detiktravel sempat melihat daftar nama dan alamat pengunjung banyak yang datang dari Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Bahkan ada yang datang dari mancanegara, seperti Malaysia dan Timur Tengah.

Sebelum terjadi bencana gempa bumi Lombok
, rombongan peziarah bisa mencapai 5-10 bus wisata yang parkir di luar area makam. Apalagi jika traveler datang ke tempat ini menjelang keberangkatan ibadah haji, para pengunjung hilir mudik bergantian masuk ke areal makam.

Pengelola makam tak memberlakukan tiket masuk, tapi hanya menyediakan kotak amal seikhlasnya untuk biaya perawatan objek wisata makam Loang Baloq.

Selain berwisata religi ke tempat ini, di depan areal makam, seberang jalan lingkar selatan terdapat taman di tepi pantai untuk wisata keluarga. Banyak warung-warung kecil berjejer di tepi trotoar jalan menawarkan kopi, menu makanan ringan dan kuliner ikan bakar.

(wsw/fay)

Cara DAFTAR POKER Domino Qiu Qiu Capsa Susun Online Indonesia di Situs Agen Judi Terpercaya Assosiasi Resmi Dewapoker IDN Bank BCA, BNI, BRI dan Mandiri.