Sebagian Pengungsi di Makassar Sudah Kembali ke Palu

Makassar: Korban gempa dan tsunami asal Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah, perlahan meninggalkan lokasi pengungsian di kota Makassar, Sulawesi Selatan. Sebagian besar kembali ke Sulteng, sedangkan beberapa di antaranya menuju ke kampung halaman di luar daerah.

Pemerintah Provinsi Sulsel mencatat, hingga Kamis 18 Oktober 2018, tersisa 582 orang pada posko pengungsian utama di Asrama Haji Sudiang Makassar. Sejak posko dibuka pada 28 September, tercatat 3.471 pengungsi yang masuk.

“Dua ribu lebih pengungsi sudah keluar diangkut dengan (pesawat) TNI AU. Rata-rata kembali ke Palu, ada juga yang ke Jawa Timur, Kalimantan, dan lain-lain,” kata Kepala Dinas Sosial Sulsel Andi Ilham Gazaling di Makassar, Rabu siang.

Ilham menyatakan posko pengungsian di Makassar tetap berlanjut, meski masa tanggap darurat bencana gempa dan tsunami di Palu telah berakhir 11 Oktober lalu. Pemprov Sulsel, kata dia, akan terus berupaya memberi pelayanan maksimal untuk memenuhi kebutuhan pengungsi selama berada di posko. Terutama persoalan sandang dan pangan.

Menurut Ilham, tidak bisa diperkirakan kapan seluruh pengungsi akan meninggalkan posko. Sebab masing-masing diyakini punya tingkat trauma yang berbeda. Pihaknya juga enggan memaksakan asesmen untuk pemulangan mereka kembali ke daerah asal.

“Yang penting sekarang bagaimana kita mengembalikan kepercayaan diri para pengungsi. Lewat kegiatan bersih-bersih atau olahraga, kita arahkan agar mereka bisa beradaptasi di luar, tidak terus-terusan tinggal di kamar,” ujar Ilham.

Selain orang dewasa, petugas di lokasi pengungsian juga fokus menghilangkan trauma pengungsi kalangan anak-anak. Salah satunya melalui berbagai kegiatan bermain dan belajar di posko anak ceria. Relawan dikerahkan untuk mendampingi setiap anak sehingga bisa melupakan pengalaman pahitnya saat bencana.

“Di sini tersisa 50 ank di bawah usia 18 tahun. Alhamdulillah semua sudah ceria, leluasa bermain dengan pendampingnya. Bahkan orang tua mereka pun kadang ikut bermain supaya suasana lebih cair,” kata Muhammad Iksan, petugas Satuan Bakti Pekerja Sosial Kemensos di Asrama Haji Sudiang Makassar.

(ALB)